Peneliti Berhasil Bikin Tikus Semakin Muda

Salah satu faktor penyebab kerusakan jaringan tubuh umumnya terkait dengan telomeres.

Ilmuwan Harvard satu langkah lebih dekat untuk menemukan “obat awet muda” setelah menemukan cara membalikkan proses penuaan pada tikus. Terobosan ini berpotensi memperlambat proses penuaan pada manusia dan dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mereduksi penyakit terkait usia lanjut.

Pada penelitian, seperti dikutip dari Guardian, 30 November 2010, ilmuwan Harvard Medical School mengubah tikus tua yang sakit-sakitan menjadi lebih muda dengan memberikan enzim yang disebut telomerase.

Menurut peneliti, meski proses penuaan belum dapat dipahami secara penuh, salah satu dari banyak faktor yang menyebabkan kerusakan jaringan tubuh umumnya terkait dengan telomeres, zat yang melindungi ujung setiap kromosom dalam DNA.

Saat sel dipisahkan, telomeres terus memendek sampai akhirnya berhenti dan membuat sel tersebut mati atau masuk ke dalam modus non aktif.

Peneliti lalu mengubah tikus yang secara genetik mengalami kekurangan telomerase, enzim yang menghentikan telomeres menjadi semakin pendek. Seperti diketahui, jika telomeres semakin pendek, tikus tua lebih cepat dan lekas mengalami tanda-tanda penuaan seperti rusaknya organ, menyusutnya otak, dan ketidaksuburan.

Kemudian, peneliti menyuntikkan zat yang mampu mengaktifkan kembali telomerase di tikus. Langkah ini ternyata tidak saja memperlambat efek penuaan, akan tetapi juga membalikkan efek penuaan. Intinya, membuat tikus tersebut tumbuh semakin muda.

Meski begitu, peneliti mengingatkan, meremajakan organ tua pada tikus bukan berarti peremajaan pada manusia sudah dekat. Sebagai contoh, tikus membuat telomerase sepanjang hidupnya, akan tetapi pada manusia, enzim tersebut berhenti saat beranjak dewasa karena dapat menyebabkan replikasi sel (kanker) yang belum diteliti.

Memang, tak satupun tikus dalam penelitian mengalami pertumbuhan kanker, namun bukan berarti jaringan tubuh manusia dapat mentoleransi pengobatan semacam itu.

Apapun kesimpulannya, penemuan ini tetap saja merupakan hal yang penting karena peneliti tengah berupaya untuk mengeliminasi efek negatif dari penuaan di populasi generasi tua yang semakin meningkat di seluruh dunia.

Tidak satupun yang menyatakan bahwa pengobatan macam itu dapat membantu manusia hidup lebih lama. Namun temuan di atas dapat menyediakan kualitas hidup yang lebih baik bagi manusia tua dengan memungkinkan organ mereka melakukan regenerasi. Alias tidak memburuk saat manusia mendekati akhir hidupnya. (hs)

 

• VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s