Warga Selatan Merapi Paling Mengkhawatirkan

Letusan Merapi tahun 2006 lalu menyebabkan terjadinya longsor di kawasan ini.

VIVAnews — Sejak dinyatakan dalam status Awas sejak 25 Oktober 2010, terjadinya peningkatan aktivitas Merapi, baik deformasi atau penggemukan, gempa dan guguran larva.

Pada Senin malam (25/10) terjadi perkembangan menarik yaitu adanya material panas yang meluncur dari puncak gunung. Itu berarti sudah ada api  yang mendekati puncak.

“Tentunya jika semakin banyak material panas yang keluar maka akan semakin baik, karena tugas akan segera selesai,” katanya Dr R Sukhyar, Kepala Badan Geologi, Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa, 26 Oktober 2010

Yang saat ini dikhawatirkan adalah lereng yang mengarah ke Selatan. Sebab, pada 2006 lalu lereng tersebut telah longsor.

Jika longsor kembali, keselamatan warga yang berada di selatan lereng Merapi atau warga Kabupaten Sleman terancam.

Sementara, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio mengatakan, meski material panas sudah keluar dan terlihat oleh petugas di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang bukan berarti merapi akan meletus. Ini hanya indikasi awal magma sudah dekat.

“Untuk meletus didahulu dengan kubah, selanjutnya longsor dan terjadi awan panas, sehingga [kapan erupsi] masih agak panjang,” ujarnya singkat.

Laporan: KDW| Yogyakarta

• VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s